IDLENESS

Idleness memiliki arti kemalasan, kelambanan, bahkan menunjuk pada keadaan menganggur, atau keadaan yang tidak berbuah apa-apa. Terdapat beberapa kata di alkitab yang diterjemahkan sebagai ‘idleness’. Salah satunya di Pengkotbah 10:18 yang mengungkapkan dampak dari ‘idleness’ ini.

Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah. – Pengkotbah 10:18

Through laziness, the rafters sag; because of idle hands, the house leaks. – Ecclesiastes 10:18 (NIV)

Idleness kemudian digambarkan sebagai kondisi yang berkebalikan dengan apa yang alkitab catat di Amsal 12:24, Amsal 13:4, Roma 12:11, dan Efesus 4:28. Sebagai orang percaya, kita perlu melihat hidup kita, mengevaluasinya apakah masih ada kemalasan di dalam hidup kita, maupun waktu-waktu yang terbuang untuk hal-hal yang tidak berguna dan tidak berbuah. Dan berhati-hatilah karena ternyata dari ‘idleness’, seseorang bisa jatuh ke dalam dosa-dosa lainnya.

Jika kita baca kitab Tesalonika, kita akan temukan bahwa Paulus menegor jemaat di Tesalonika karena ke-‘idle’-an mereka.

2 Tesalonika 3:6-8

(6) Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang TIDAK MELAKUKAN PEKERJAANNYA dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. (7) Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu, (8) dan tidak makan roti orang dengan percuma, tetapi kami BERUSAHA DAN BERJERIH PAYAH SIANG MALAM, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu.

Di akhir surat Paulus kepada jemaat Tesalonika, Paulus menyinggung karakter dan kebiasaan buruk jemaat ini yang cenderung malas dan ‘idle’, sehingga harus bergantung pada orang lain bahkan untuk hal esensial seperti makan. Dengan keras, Paulus menuliskan:

2 Tesalonika 3:10-11

(10) Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan. (11) Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan SIBUK DENGAN HAL-HAL YANG TIDAK BERGUNA.

Ternyata ini bukan pertama kalinya Paulus memperingatkan mereka. Sikap yang malas, tidak mengerjakan apa-apa, atau yang sebenarnya terlihat ‘sibuk’ tapi ternyata menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berguna, adalah poin-poin penting yang harus ditinggalkan setiap pengikut Kristus.

‘Idleness’ seolah-olah menunjukkan bahwa tidak ada lagi hal yang bisa kita kerjakan. Padahal selama masih ada orang-orang yang terhilang tanpa Kristus, selalu ada hal yang bisa dikerjakan. Selalu ada mereka yang memerlukan doa, injil, pertolongan, dan penguatan. Kita bisa kerjakan banyak hal untuk membawa mereka mengenal Kristus. Kita bisa kerjakan banyak hal untuk melahirkan murid-murid Kristus yang sejati. Dan ketika kita menyadarinya, kita akan melewati hidup ini dengan sepenuhnya sadar bahwa masih terlalu banyak hal yang berguna dan berbuah yang perlu kita kerjakan sebelum terlambat.

Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja. – Yohanes 9:4

Hal ini pun diingatkan kembali oleh Paulus kepada jemaat Tesalonika.

Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. – 1 Tesalonika 5:8

Untuk mengalahkan ‘idleness’ yang sering menggoda, kita perlu menanamkan kebiasaan dan gaya hidup berdoa, belajar menggali firman Tuhan, menikmati waktu-waktu pribadi bersama Tuhan, dan melayani jiwa-jiwa. Gaya hidup yang diubah. Kita bisa mulai menggunakan waktu-waktu kosong kita untuk belajar firman, membaca buku-buku rohani, atau sesederhana memberi perhatian kepada mereka yang pernah atau sedang kita layani, memberi penguatan pada rekan sepelayanan yang sedang bergumul, keluar kamar/rumah dan bersaksi akan kebaikan Tuhan kepada mereka yang kehilangan harapan, dan sebagainya. Ada begitu banyak hal yang bisa kita kerjakan. Kalahkan rasa malas yang mengintip di balik selimut.

Ketika hati kita sepenuhnya mencintai Kristus, kita tidak akan tahan ada di posisi ‘idle’ terlalu lama, karena kita tahu Kristus pun tidak akan melakukannya. Ia tidak bermalas-malasan, Ia begitu produktif, sampai kata-Nya, “Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan GIATLAH SELALU dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. – 1 Korintus 15:58

Siapapun kita yang mulai tergoda untuk bermalas-malasan atau menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak berbuah, tanyakanlah pada dirimu, “What can I do right now to be one of His workers?” (“Apa yang bisa saya lakukan sekarang sebagai salah satu dari pekerja Kristus?”).

Banyak. Ada banyak sekali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s